Hari ini di Jakarta ada apa ?
Banjir di Jalar Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara (source : megapolitan.kompas.com)
Tanggal 25 Februari, hari selasa, lagi-lagi langit kurang ramah pada Jakarta. Kalau kata orang BMKG, Presipitasi atau biasa disebut hujan, lagi-lagi menyelimuti langit biru nan indah Jakarta yang dibanggakan oleh Gubernur Indonesia kalau kata fatanican pendukungnya. Perbincangan yang menarik menyusul kabar baru-baru ini ada deklarasi keren dari PSI yang ingin memainkan permainan jegal-menjegal.
Twitter pun ramai dengan perbincangan gagalnya Pak Anies dalam menangani banjir, siapa suruh juga si dijanjinya bilang mau menyediakan kolam di Jakarta. Ternyata benar direalisasikan dengan bantuan tuhan dan kinerja signifikan dari seorang Gubernur. Saling klaim antara Pemerintah pusat yang didelegasikan oleh Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat dan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta yang dengan senang hari melempar-lempar kepemilikan sungai, padahal sungai ciliwung itu milik bersama yang harus di-naturalisasi bersama kalau kata Pak Anies.
Sekitar sebulan lalu, iseng-iseng scroll di twitter nemu threads menarik tentang Banjir Jakarta yang gak diliat sama media. Ternyata dari tahun ke tahun, terjadi perbedaan debit air yang turun di Jakarta. Genderang perang awal dari masa krisis hujan ini dimulai pada akhir tahun 2019 di hampir seluruh Wilayah Indonesia. Tapi bukan human +62 kalau yang disorot bukan Jabodetabek, katanya si karena Jabodetabek itu wilayah penunjang Ibu Kota, jadi harus diperhatikan lebih karena ini berbicara berjalan atau tidaknya Pemerintahan Pusat yang mengurus rumah tangga negara.
Saling klaim keberhasilan dan kegagalan masih lanjut dilakukan antara si fanatik dan si buzzer. Oh iya yang baru ini pun ada survey menarik dari salah dua lembaga survey yang mengatakan tingkat keberhasilan kinerja Pak Anies sangat rendah, dimana survey itu diselenggarakan dengan responden dari 34 Provinsi. Jadi makin seneng aja para pendukung Pak Anies untuk meng-counter fakta survey itu. Back to topic, sebenernya kenapa si Jakarta Langganan Banjir ?
Menarik benang merah sejarah, ternyata Jakarta udah banjir dari dulu. Dari zaman masih Sunda Kelapa, wilayah Jakarta yang notabenenya adalah rawa sudah sering terjadi banjir karena tidak kuatnya menahan air kiriman dari pegunungan dan pasang naik air laut. Kantong-kantong air alami yang ada di wilayah Jakarta pun selalu gagal dalam meminum air hujan. Setelah perpindahan tangan kepemilikan tanah Jakarta dari masyarakat asli ke Pemerintah Kolonial Belanda, Jendral Coen pun mengubah sistem tata kota Jakarta atau Batavia menjadi Water Front City atau kalau gak tau itu adalah sistem tata kota air yang membentuk kanal-kanal disekitar dan didalam kotanya seperti di Amsterdam, Belanda.
Walaupun sudah diubah menjadi tata kota air, Coen pun masih gagal dalam menangani banjir Jakarta karena banyaknya cucu dan cicit dari Sungai Ciliwung itu sendiri. Terus Jakarta mesti diapakan ?

Komentar
Posting Komentar